Minggu, 01 November 2015

Cintamu terlambat kau sadari

Seharusnya kamu tidak datang lagi saat semua sudah pulih kembali. Saat semua perasaan di hati tidak lagi mengingatmu. Sebab begitu sulit rasanya untuk sampai pada tahap ini lagi. Berminggu bahkan berbulan lebih aku hanya mendengarkan lagu-lagu galau. Aku menghabiskan hari-hariku dengan musik yang ada di Guvera. Dan semua terasa semakin menyesakan. Ternyata benar, saat seseorang patah hati, mendengarkan lagu-lagu sedih hanya membuat suasana hati semakin pilu. Namun pelan-pelan semua kembali membaik. Perasan di dadaku bisa pulih lagi. Bahkan mendengarkan lagu-lagu sedih tak terasa semenyedihkan dulu.

Saat duniaku baik-baik kembali tiba-tiba saja kamu datang. Awalnya hanya bertanya kabar. Lalu mulai mengajakku mengenang segala sesuatu yang kita jalani dulu. Hampir aku ikut terbawa suasana. Tapi sepertinya, warasku masih bagus. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Mencintai seseorang yang pernah tidak bersedia. Bukankah selama ini sudah kuberikan hal terbaik yang aku punya? Namun, kau menjadikan semua sia-sia. Lalu, jika kini aku tak ingin lagi menerimamu. Bukankah itu hakku juga. Sama seperti kamu merasa kepergianmu adalah hakmu waktu itu.

Pergilah seperti apa yang pernah kau yakini. Aku memang bukan orang yang tepat untukmu. Aku juga tidak ingin menjadi seseorang yang hanya kau cari saat kau terluka saja. Cinta bukan perihal sakit saja. Cinta bukan perihal menerima kepedihan saja. Saat kau bahagia dan aku tertatih sedih kamu tidak pernah ada. Bahkan tak lagi menghiraukanku. Jika kini aku tidak ingin lagi menerimamu, aku pikir itu juga bukan sebuah kesalahan.

Harusnya dulu kamu pikir matang-matang. Apa benar aku orang yang pantas kau sakiti? Apa benar ada yang lebih baik dari diriku? Apa ada orang yang bisa mencintaimu seperti aku memperjuangkanmu dulu? Namun, kini semua sudah berlalu. Cintamu terlambat kau sadari. Kini aku sudah menjalani hidup baru. Aku sudah belajar dibahagiakan oleh orang yang baru. Dan kupastikan aku tak akan meniru sikapmu dulu. Meninggalkan orang yang mencintaiku hanya karena seseorang yang datang kemudian. Harusnya kau pahami. Orang baru mungkin menarik bagimu, tapi bagaimanapun dia adalah orang baru. Yang mungkin saja sekadar tertarik, sementara dulu aku sudah terlalu dalam mencintaimu.
----------------------------------------
di atas karya bang boy, ngena bangett, aku pernah ada di posisi itu, berasa aku jadi tokoh utama nya gituh ...

Share On:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

iie Rianty Copyright Sweet Cupcake thank's to Editing by Dwi Frafitriyanto Image by Tadpole's Notez