Minggu, 18 September 2016

Balada Patah Hati II

Diantara kalian ada yang pernah merasakan, disuatu minggu yang begitu sendu di satu ruangan yang sempit panas dan berantakan, sendiri tanpa keluarga tanpa teman tanpa seorangpun bahkan pasanganmu dan saudaramu barusaja menghianatimu, patah hati yang tak kunjung sembuh dan otakmu begitu egois mengerahkan seluruh tenaganya hingga membuat sakit seluruh badanmu, hanya suara televisi yang memanipulasi sepi di setiap sudut ruangan, rasanya tak ada satu tarikan nafaspun yang terasa nyaman , sesak pengen pergi tapi badan tiada daya, sambil membalurkan minyak angin ke seluruh kaki tangan dan badan menangis menggerutu sempat berfikir bagaimana kalau sampai tiada umur panjang dan nggak ada yang tau aku dalam ruangan ini, berusaha ikhlas mungkin Tuhan berkehendak begitu untuk menghapus semua dosaku , tapi kalian tau ? untuk ikhlas itu sangatlah sulit ketika sedang berada dikeadaan seperti ini, ribuan nasehat dan motifasi tidak ada yang mempan

Sempat bertanya pada Tuhan, saya kurang bagaimana Tuhan padahal saya juga berusaha untuk rutin lima waktu , saya juga sering memohon ampunan disepertiga malam, saya juga berusaha meminta disetiap dhuha, saya juga berusaha membantu merawat dan mengobatinya ketika dia sakit, tapi kenapa saya yang harus mendapatkan penghianatan yang bertubi-tubi, kenapa hati saya tak kunjung berdamai atas keadaan ini, saya ingin sekali ikhlas namun Tuhan bagaimana caranya ikhlas untuk keadaan seperti ini ?? Ini sangat sulit bagi saya 


Astaghfirullohaladzim . . .
Tuhanku ampuni hamba-Mu suudzon terhadap ketetapan-Mu

Mungkin benar kata mereka, ini hanya soal waktu nanti ketika semuanya sudah lewat masanya semua akan kembali biasa, ya semoga seperti itu , tak ada sesuatu yang pasti yang kulihat didepan hanya yang ku yakini gak mungkin hidup akan seperti ini terus kan, ketika tidak mungkin melawan badai ikuti sajalah arusnya mungkin nanti ada masanya menepi
Tuhan tidak mungkin merencanakan sesuatu yang tidak baik untuk hamba nya, meskipun rasanya sakit tidak mungkin tidak ada hikmah yang bisa di ambil dalam setiap kejadian

Robbisrohli sodri , wayasirli amri , wah lul uqdatan min lissani , yafqohu qouli

"Wahai Tuhanku , Lapangkanlah dadaku , mudahkanlah untukku urusanku , dan lepaskanlah kekakuan lidahku , supaya mereka mengerti perkataanku "

(QS Thaha [20]: 25-28)

Semoga Tuhan Lekas menyembuhkan , dan mendamaikan semesta sebagaimana mestinya
Aamiin . . . . .

Share On:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

iie Rianty Copyright Sweet Cupcake thank's to Editing by Dwi Frafitriyanto Image by Tadpole's Notez