Sedih ya kalo harus memaksakan orang lain untuk mencintai kita, rasanya sama sedihnya seperti mata kecipratan sambel pas mau makan bakso dalam keadaan lagi laper lapernya(entah itu sedih apa pedih)
iba pada diri sendiri sama iba nya seperti ketika orang sungguh-sungguh mencintaimu memohon memintamu untuk belajar mencintainya tapi seberapa keras pun kamu mencoba yang timbul hanya rasa iba sedangkan cinta itu sendiri masih tetap egois mengendap mengharap pada yang tidak mencintaimu, . . .
Begitu rumitnya Hidup ini , ketika susah menjadi semakin terasa payah , ketika semua terasa begitu membosankan , ketika semua jalan terasa buntu, sedangkan kamu ingin semuanya harus bahagia, lalu bahagia itu ada di ujung mana...?? apabila kita satu sama lain mengharapkan orang yang tidak mengharapkan kita,
Dia mengharapkanku , aku mengharapkanmu , kamu mengharapkan istri orang , ini terasa benar-benar buntu
Kemudian timbul tanya apakah mereka ayah ibu kita dulu pernah merasakan seperti ini? Lalu bagaimana hingga akhirnya mereka bertahan bertahun hingga setua ini?? Apakah mereka itu berasal dari pasangan yang memang sedianya mereka saling mencintai sejak awal, ataukah mereka itu juga sebenarnya sama seperti kita namun mereka memiliki kadar komitmen dan tanggung jawab yang tinggi, sehingga mereka mampu mengesampingkan ke egoisan masing-masing hingga mereka terlihat selalu saling mencintai hingga menua seperti ini,
Apakah diantara kalian ada yang sepemikiran denganku...? Apakah aku aja yang terlalu Aneh ??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar