Entah ketuLusan seperti apa yang aku mau, entah nanti ketuLusan seperti apa yang aku dapat,tapi untuk yang satu ini sy benar2 bisa memahaminya,memang tidak αϑα ketuLusan disana, tapi tak apaa sekedar berkata iya atau diam untuk kebohongan nya kan sudah menghargai usaha dia untuk berbohong, sejahat apapun dia mengecewakan km, kepada siapapun membenci itu tidak akan pernah tepat, kasihanilah mungkin saja daLam hidupnya dia tidak pernah mendapatkan ketuLusan sehingga dia tdk pernah belajar bagaimana caranya mencintaimu dgn tuLus, atau jika kata tuLus terlalu abstrak setidaknya untuk tidak memanfaatkan kebaikan orang lain itu saja,
iie.rianty: justru kamu bisa belajar dr orang2 macam ini, km tau betapa tidak elok nya yg seperti itu dr sekarang km harus belajar untuk tidak seperti dia, sudahilah kecewamu belajarlah menebar senyum, sepedih apapun hatimu senyum itu bs memberikan kenyamanan pada orang lain,kenyamanan dalam Lingkunganmu lalu kenyamanan itu akan di pantulkan kembali terhadapmu,beLajarLah untuk memahami orang bersifat seperti itu (memanfaatkan kebaikan orang lain)betapa kasihan dia, jika dia mengerti tentu dia tidak mau seperti itu,kamu harus lebih mengertinya bersikaplah Lembut kepadanya,kepada kekecewaan hatimu yg dia buat,jangan menghakimi dia,
jangan membenci dia,kenalkan kepadanya ketuLusan itu agar dia beLajar tuLus meskipun tidak terhadapmu setidaknya kecewa yg kamu rasa saat ini tidak dirasakan juga oleh orang lain,
Kurang lebihkaLimat2 ituLah yg sy dengan dari Ibu2 muda semalaman tadi,sy mendengarnya dia menghadapi hidup ini dengan ikhlas, tidak menuntut apapun, kuLihat hidupnya begitu damai membuat malamku tadi begitu biru,sy tentu akan beLajar sepertimu :-)
buat kamu yowessorry
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar